REKAP PAHLAWAN NASIONAL 2024

No. Nama Kelahiran Kematian Keterangan Penetapan
1 Abdul Muis 1883 1959 Politisi, Anggota Volksraad, kemudian penulis 1959
2 Ki Hajar Dewantara 1889 1959 Pengajar dan menteri pemerintahan, mendirikan Taman Siswa, saudara Suryopranoto, salah satu dari Tiga Serangkai 1959
3 Suryopranoto 1871 1959 Pengajar dan tokoh hak-hak buruh, saudara Ki Hajar Dewantara 1959
4 Mohammad Husni Thamrin 1894 1941 Politisi dan aktivis kemerdekaan 1960
5 Agus Salim 1884 1954 Aktivis kemerdekaan, politisi, pemimpin Islam Minang sekaligus Tokoh Muhammadiyah 1961
6 Ahmad Dahlan 1868 1923 Pemimpin Islam, Pendiri Muhammadiyah; suami Siti Walidah 1961
7 Tjokroaminoto 1883 1934 Politisi, pemimpin Sarekat Islam, mentor pemimpin-pemimpin bangsa seperti Sukarno, Semaoen, Musso, Alimin, Darsono, Kartosoewirjo, dan Tan Malaka 1961
8 Ernest Douwes Dekker 1879 1950 Jurnalis dan politisi Indo yang membantu kemerdekaan Indonesia, salah satu dari Tiga Serangkai 1961
9 Sam Ratulangi 1890 1949 Politisi Minahasa dan pendukung kemerdekaan Indonesia 1961
10 Samanhudi 1878 1956 Pengusaha, mendirikan Sarekat Islam 1961
11 Sisingamangaraja XII 1849 1907 Pemimpin Batak yang melakukan kampanye gerilyawan melawan pasukan kolonial Belanda 1961
12 Soetomo 1888 1938 dokter, pengajar Jawa, mendirikan Budi Utomo sekaligus Tokoh Muhammadiyah 1961
13 Ferdinand Lumban Tobing 1899 1962 Dokter dan politisi, memperjuangkan hak asasi pasukan buruh 1962
14 Gatot Subroto 1907 1962 Jenderal, deputi ketua staff Angkatan Darat 1962
15 Sukarjo Wiryopranoto 1903 1962 Tokoh kemerdekaan, diplomat, dan politisi 1962
16 Juanda Kartawijaya 1911 1963 Politisi Sunda, Perdana Menteri Indonesia terakhir sekaligus Tokoh Muhammadiyah 1963
17 Saharjo 1909 1963 Menteri Kehakiman, pelopor pengesahan pembaruan di negara tersebut 1963
18 Albertus Soegijapranata 1896 1963 Uskup Katolik Jawa dan nasionalis 1963
19 Tan Malaka 1884 1949 Politisi dan intelektual asal Minang. Ia menyumbangkan gagasannya dalam beberapa karya, terutama Madilog (Materialisme, Dialektika, dan Logika). Pendiri Partai Murba, tokoh Partai Komunis Indonesia 1963
20 Zainul Arifin 1909 1963 Politisi dan gerilyawan, terbunuh saat peristiwa percobaan pembunuhan yang ditargetkan kepada Sukarno oleh Darul Islam 1963
21 Alimin 1889 1964 Pendukung kemerdekaan, politisi, dan tokoh Partai Komunis Indonesia 1964
22 Tjipto Mangoenkoesoemo 1886 1943 Dokter, salah satu dari Tiga Serangkai, Anggota Volksraad, Tokoh Indische Partij 1964
23 Cut Nyak Dhien 1850 1908 Pemimpin gerilyawan Aceh yang melakukan penyerangan terhadap pasukan kolonial belanda; istri Teuku Umar 1964
24 Fakhruddin 1890 1929 Pemimpin Islam, menegosiasikan pengamanan pejiarah haji Indonesia; tokoh Muhammadiyah. 1964
25 Hasyim Asy’ari 1875 1947 Pemimpin Islam, pendiri Nahdlatul Ulama 1964
26 Kartini 1879 1904 Tokoh hak asasi perempuan Jawa 1964
27 Mas Mansur 1896 1946 Ulama, pemimpin Muhammadiyah 1964
28 Cut Nyak Meutia 1870 1910 Pemimpin gerilyawan Aceh yang melakukan perlawanan terhadap pasukan kolonial Belanda 1964
29 Muwardi 1907 1948 Menangani keamanan saat Proklamasi Kemerdekaan, membangun sebuah rumah saat di Surakarta 1964
30 Pakubuwono VI 1807 1849 Susuhunan Surakarta, memberontak melawan pasukan kolonial Belanda 1964
31 Soedirman 1916 1950 Komandan Ketua Tentara Nasional Indonesia pada saat Revolusi Nasional sekaligus Kader Muhammadiyah 1964
32 Suryo 1896 1948 Gubernur pertama Jawa Timur yang merupakan tokoh sentral Pertempuran Surabaya 1964
33 Urip Sumoharjo 1893 1948 Pemimpin Angkatan Darat Indonesia, komandan kedua setelah Sudirman 1964
34 Wahid Hasyim 1914 1953 Pemimpin Nahdlatul Ulama, Menteri Agama Indonesia pertama 1964
35 Ahmad Yani 1922 1965 Pemimpin Angkatan Darat, terbunuh saat Gerakan 30 September 1965
36 Donald Izacus Panjaitan 1925 1965 Jenderal Angkatan Darat, terbunuh dalam Gerakan 30 September 1965
37 Karel Satsuit Tubun 1928 1965 Brigadir polisi, terbunuh saat Gerakan 30 September 1965
38 Katamso Darmokusumo 1923 1965 Jenderal Angkatan Darat, terbunuh saat Gerakan 30 September 1965
39 Kusumah Atmaja 1898 1952 Ketua Kehakiman Mahkamah Agung Pertama 1965
40 Mas Tirtodarmo Haryono 1924 1965 Jenderal Angkatan Darat, terbunuh saat Gerakan 30 September 1965
41 Pierre Tendean 1939 1965 Prajurit Angkatan Darat, terbunuh saat Gerakan 30 September 1965
42 Siswondo Parman 1918 1965 Jenderal Angkatan Darat, terbunuh saat Gerakan 30 September 1965
43 Sugiyono Mangunwiyoto 1926 1965 Kolonel Angkatan Darat, terbunuh saat Gerakan 30 September 1965
44 Supomo 1903 1958 Menteri Kehakiman Pertama, membantu penulisan Konstitusi 1965
45 Suprapto 1920 1965 Jenderal Angkatan Darat, terbunuh saat Gerakan 30 September 1965
46 Sutoyo Siswomiharjo 1922 1965 Jenderal Angkatan Darat, terbunuh saat Gerakan 30 September 1965
47 Dewi Sartika 1884 1947 Pengajar, mendirikan sekolah untuk perempuan yang pertama di daerah Priangan, Jawa Barat 1966
48 Eddy Martadinata 1921 1966 Laksamana Angkatan Laut dan diplomat, terbunuh dalam kecelakaan helikopter 1966
49 Sutan Syahrir 1909 1966 Politisi, Perdana Menteri Indonesia pertama 1966
50 Antasari 1809 1862 Melakukan penyerangan terhadap pasukan kolonial Belanda dalam Perang Banjar 1968
51 Harun Bin Said 1947 1968 Mengebom MacDonald House saat konfrontasi Indonesia-Malaysia 1968
52 Janatin 1943 1968 Mengebom MacDonald House saat konfrontasi Indonesia-Malaysia 1968
53 Wilhelmus Zakaria Johannes 1895 1952 Pelopor pengobatan radiologi 1968
54 Arie Frederik Lasut 1918 1949 Geolog dan pengajar yang dieksekusi oleh Belanda 1969
55 Basuki Rahmat 1921 1969 Jenderal, saksi dari Supersemar 1969
56 Maria Walanda Maramis 1872 1924 Pendukung hak asasi perempuan dan pengajar 1969
57 Martha Christina Tiahahu 1800 1818 Gerilyawan dari Maluku yang meninggal dunia saat ditahan Belanda 1969
58 Supeno 1916 1949 Menteri pemerintahan, terbunuh ketika perlawanan terhadap Belanda saat Revolusi Nasional 1970
59 Tirtayasa 1631 1683 Sultan Banten yang melakukan perlawanan terhadap Belanda 1970
60 Siti Walidah 1872 1946 Pendiri Aisyiyah, tokoh Muhammadiyah, istri Ahmad Dahlan, 1971
61 Wage Rudolf Supratman 1903 1938 Komposer lagu kebangsaan “Indonesia Raya” 1971
62 Zainal Mustafa 1907 1944 Pemimpin Islam yang melakukan perlawanan terhadap pasukan pendudukan Jepang 1972
63 Teungku Chik di Tiro 1836 1891 Tokoh Islam Aceh dan pemimpin gerilyawan yang melakukan perlawanan pasukan kolonial Belanda 1973
64 Diponegoro 1785 1855 Putra Sultan Yogyakarta, melangsungkan perang lima tahun melawan pasukan kolonial Belanda 1973
65 Hasanuddin 1631 1670 Sultan Gowa, melakukan perlawanan terhadap pasukan kolonial Belanda 1973
66 Imam Bonjol 1772 1864 Tokoh Islam dari Sumatera Barat yang melakukan perlawanan terhadap pasukan kolonial Belanda dalam Perang Padri 1973
67 Muhammad Yamin 1903 1962 Penyair yang menjadi politisi dan aktivis kemerdekaan 1973
68 Oto Iskandar di Nata 1897 1945 Politisi dan aktivis kemerdekaan sekaligus Tokoh Muhammadiyah 1973
69 Pattimura 1783 1817 Gerilyawan dari Maluku yang melakukan perlawanan terhadap pasukan kolonial Belanda 1973
70 Robert Wolter Monginsidi 1925 1949 Gerilyawan di Makassar saat Revolusi Nasional, dieksekusi oleh Belanda 1973
71 Suharso 1912 1971 Pelopor pengobatan prostesis 1973
72 Teuku Umar 1854 1899 Pemimpin gerilyawan Aceh yang melakukan perlawanan terhadap pasukan kolonial Belanda; suami Cut Nyak Dhien 1973
73 Wahidin Sudirohusodo 1852 1917 Dokter dan pemimpin di Budi Utomo 1973
74 Yosaphat Sudarso 1925 1962 Komodor Angkatan Laut, terbunuh saat konfrontasi dengan Belanda di Nugini Belanda 1973
75 Abdulrachman Saleh 1909 1947 Tokoh awal dalam Angkatan Udara, terbunuh ketika membawa keperluan medis karena ditembak oleh Belanda 1974
76 Nyi Ageng Serang 1752 1828 Pemimpin gerilyawan Jawa yang memimpin penyerangan terhadap kolonial Belanda atas beberapa pendudukan 1974
77 Agustinus Adisutjipto 1916 1947 Tokoh awal dalam Angkatan Udara, terbunuh ketika membawa keperluan medis karena ditembak oleh Belanda 1974
78 Teuku Nyak Arif 1899 1946 Politisi Aceh dan pemimpin perlawanan, gubernur Aceh pertama 1974
79 Rasuna Said 1910 1965 Pendukung hak asasi wanita dan nasionalis 1974
80 Amir Hamzah 1911 1946 Penyair dan nasionalis 1975
81 Halim Perdanakusuma 1922 1947 Tokoh awal dalam Angkatan Udara, meninggal karena kecelakaan saat Revolusi Nasional 1975
82 Iswahyudi 1918 1947 Tokoh awal dalam Angkatan Udara, terbunuh saat Revolusi Nasional 1975
83 I Gusti Ngurah Rai 1917 1946 Pemimpin militer Bali saat Revolusi Nasional 1975
84 Sultan Agung 1591 1645 Sultan Mataram, melakukan perlawanan terhadap VOC 1975
85 Supriyadi 1925 1945 Pemimpin pemberontakan melawan pasukan pendudukan Jepang di Blitar 1975
86 Untung Surapati 1660 1706 Memimpin beberapa pemberontakan melawan VOC 1975
87 Thaha Syaifuddin 1816 1904 Sultan Jambi, memimpin pasukan revolusi melawan pasukan kolonial Belanda 1977
88 Mahmud Badaruddin II 1767 1852 Sultan Palembang, yang melakukan perlawanan terhadap penjajah Inggris dan Belanda 1984
89 Radin Inten II 1834 1856 Bangsawan dari Lampung, memimpin revolusi penyerangan penjajah Belanda 1986
90 Suroso 1893 1981 Politisi dan aktivis kemerdekaan, Wakil Ketua BPUPKI, Gubernur pertama Jawa Tengah, Bapak Koperasi Pegawai Negeri Republik Indonesia 1986
91 Mangkunegara I 1725 1795 Melakukan perlawanan terhadap penjajah Belanda dan antek-anteknya di Jawa Tengah 1988
92 Hamengkubuwono IX 1912 1988 Sultan Yogyakarta, aktivis kemerdekaan, pemimpin militer, Bapak Pramuka Indonesia, dan politisi; Wakil Presiden Indonesia kedua 1990
93 Frans Kaisiepo 1921 1979 Nasionalis Papua yang membantu dalam akuisisi Papua 1993
94 Iskandar Muda 1593 1636 Sultan Aceh, memperluas pengaruh negara 1993
95 I Gusti Ketut Jelantik Tidak diketahui 1849 Pemimpin Bali yang melakukan perlawanan terhadap pasukan kolonial Belanda 1993
96 Marthen Indey 1912 1986 Nasionalis dan aktivis kemerdekaan, menawarkan intergrasi Papua di Indonesia 1993
97 Silas Papare 1918 1978 Memperjuangkan kemerdekaan Papua dari Belanda, menawarkan integrasi Papua di Indonesia 1993
98 Nuku Muhammad Amiruddin 1738 1805 Sultan Tidore, memimpin beberapa pertempuran laut melawan pasukan kolonial Belanda 1995
99 Tuanku Tambusai 1784 1882 Pemimpin Islam dari Riau yang melakukan perlawanan terhadap pasukan kolonial Belanda saat Perang Padri 1995
101 Yusuf Tajul Khalwati 1626 1699 Pemimpin Islam, memimpin pemberontakan gerilyawan melawan VOC 1995
102 Siti Hartinah 1923 1996 Istri presiden Suharto, aktif dalam karya sosial, mendirikan Taman Mini Indonesia Indah 1996
103 Raja Haji Fisabilillah 1727 1784 Pejuang dari Riau yang melakukan perlawanan terhadap pasukan kolonial Belanda 1997
104 Adam Malik 1917 1984 Jurnalis dan aktivis kemerdekaan, Wakil Presiden Indonesia ketiga sekaligus Tokoh Muhammadiyah 1998
105 Tjilik Riwut 1918 1987 Prajurit dan politisi, menawarkan pengembangan ekonomi dan budaya di Kalimantan Tengah 1998
106 La Maddukelleng 1700 1765 Bangsawan dari Kesultanan Paser, mengusir pasukan Belanda dari Kerajaan Wajo 1998
107 Syarif Kasim II 1893 1968 Sultan Siak, menawarkan integrasi kerajaan-kerajaan di Sumatra Timur 1998
108 Abdul Kadir 1771 1875 Bangsawan dari Melawi, menawarkan pengembangan ekonomi, melakukan perlawanan terhadap pasukan kolonial Belanda 1999
109 Hazairin 1906 1975 Sarjana legal, aktivis kemerdekaan, menteri pemerintahan, dan pengajar 1999
110 Ilyas Yakoub 1903 1958 Aktivis kemerdekaan, politisi, dan anggota pasukan gerilyawan 1999
111 Fatmawati 1923 1980 Pembuat bendera nasional pertama, aktivis sosial, istri Sukarno sekaligus Tokoh Muhammadiyah 2000
112 Hasan Basry 1923 1984 Prajurit selama Revolusi Nasional Indonesia, mendukung integrasi Kalimantan di Indonesia 2001
113 Ranggong Daeng Romo 1915 1947 Memimpin pasukan dalam dua pertempuran melawan pasukan Belanda saat Revolusi Nasional 2001
114 Abdul Haris Nasution 1918 2000 Jenderal Angkatan Darat, dua kali diangkat sebagai Kepala Staf Angkatan Darat 2002
115 Djatikoesoemo 1917 1992 Kepala Staf TNI Angkatan Darat Ke-1 (1948-1949) dan Duta Besar RI untuk Singapura (1958—1960) 2002
116 Iwa Kusumasumantri 1899 1971 Aktivis kemerdekaan, ahli hukum, dan politisi 2002
117 Andi Jemma 1901 1965 Aktivis kemerdekaan, memimpin penyerangan melawan pasukan Belanda saar Revolusi Nasional 2002
118 Pong Tiku 1846 1907 Bangsawan Toraja, melakukan perlawanan terhadap penjajah Belanda 2002
119 Nani Wartabone 1907 1986 Proklamator Hari Patriotik 23 Januari 1942, Aktivis kemerdekaan dan pejuang penumpasan pemberontakan Permesta sekaligus Kader Muhammadiyah dari Gorontalo 2003
120 Ahmad Rifa’i 1786 1870 Pemikir dan penulis Islam yang dikenal karena pernyataan anti-Belandanya 2004
121 Gatot Mangkupraja 1896 1968 Aktivis kemerdekaan dan politisi, menyarankan pembentukan Pembela Tanah Air sekaligus Kader Muhammadiyah 2004
122 Ismail Marzuki 1914 1958 Komposer yang membuat sejumlah lagu kebangsaan 2004
123 Andi Mappanyukki 1885 1967 Bangsawan Bugis, memimpin penyerangan melawan pasukan Belanda pada 1920-an dan 30-an, ayah dari Andi Abdullah Bau Massepe 2004
124 Maskun Sumadireja 1907 1986 Aktivis kemerdekaan dan politisi 2004
125 Raja Ali Haji 1809 ca 1870 Sejarawan dan penyair dari Riau 2004
126 Andi Abdullah Bau Massepe 1918 1947 Bangsawan Bugis, memimpin penyerangan melawan pasukan Belanda selama Revolusi Nasional, seorang putra dari Andi Mappanyukki 2005
127 Bagindo Azizchan 1910 1947 Wali kota Padang, melawan pasukan Belanda saat Revolusi Nasional 2005
128 Kiras Bangun 1852 1942 Pemimpin gerilyawan Karo yang melawan penjajah Belanda 2005
129 Hamengkubuwono I 1717 1792 Sultan Yogyakarta, melakukan perlawanan terhadap VOC, mendirikan Yogyakarta 2006
130 Izaak Huru Doko 1913 1985 Aktivis kemerdekaan dan pengajar, membantu pendirian Universitas Udayana 2006
131 Teuku Muhammad Hasan 1906 1997 Aktivis kemerdekaan, gubernur Sumatra pertama 2006
132 Noer Alie 1914 1992 Pemimpin Islam dan pengajar, memimpin prajurit saat Revolusi Nasional 2006
133 Opu Daeng Risaju 1880 1964 Politisi wanita awal, melakukan perlawanan terhadap Belanda saat Revolusi Nasional 2006
134 Pajonga Daeng Ngalie 1901 1958 Mengkoordinasikan penyerangan di Sulawesi Selatan saat Revolusi Nasional, menawarkan integrasi nasional 2006
135 Andi Sultan Daeng Radja 1894 1963 Aktivis kemerdekaan dan politisi 2006
136 Tirto Adhi Suryo 1880 1918 Jurnalis, diasingkan karena editorial anti-Belanda buatannya 2006
137 Adnan Kapau Gani 1905 1968 Aktivis kemerdekaan yang menjadi menteri pemerintahan, menyeludupkan senjata untuk mendukung Revolusi Nasional 2007
138 Ida Anak Agung Gde Agung 1921 1999 Aktivis kemerdekaan dan menteri pemerintahan 2007
139 Mustopo 1913 1986 Pemimpin saat Pertempuran Surabaya, mendirikan Kampus Kedokteran Gigi Dr. Moestopo 2007
140 Slamet Rijadi 1927 1950 Brigadir Jeneral Angkatan Darat, terbunuh ketika putting down pemberontakan di Sulawesi 2007
141 Abdul Halim Majalengka 1887 1962 Aktivis kemerdekaan dan Ulama, Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia 2008
142 Mohammad Natsir 1908 1993 Ulama dan politisi, Perdana Menteri Indonesia kelima 2008
143 Sutomo 1920 1981 Pemimpin militer yang memimpin perlawanan dalam Pertempuran Surabaya 2008
144 Achmad Subarjo 1896 1978 Aktivis kemerdekaan dan menteri pemerintahan 2009
145 Herman Johannes 1912 1992 Insinyur, membuat senjata selama Revolusi Nasional, membantu pendirian Universitas Gadjah Mada, Rektor Universitas Gadjah Mada 2009
146 John Lie 1911 1988 Laksamana Muda Angkatan Laut, menyeludupkan barang untuk membantu Revolusi Nasional 2009
147 Johannes Abraham Dimara 1916 2000 Pimpinan tentara Papua yang membantu dalam akuisisi Papua 2010
148 Johannes Leimena 1905 1977 Menteri Kesehatan Pertama, mengembangkan sistem klinik Puskesmas 2010
149 Abdul Malik Karim Amrullah (Buya Hamka) 1908 1981 Ulama dan penulis sekaligus tokoh Muhammadiyah. 2011
150 Idham Chalid 1921 2010 Pemimpin Nahdlatul Ulama, politisi 2011
151 Ignatius Joseph Kasimo 1900 1986 Aktivis kemerdekaan, pemimpin Partai Katolik 2011
152 I Gusti Ketut Puja 1904 1957 Gubernur Bali pertama 2011
153 Ki Sarmidi Mangunsarkoro 1904 1957 Pengajar bersama dengan Budi Utomo dan Taman Siswa, menteri pemerintahan 2011
154 Pakubuwono X 1866 1939 Susuhunan Surakarta, mendukung berbagai proyek untuk kepentingan Pribumi Indonesia 2011
155 Syafruddin Prawiranegara 1911 1989 Gubernur Bank Indonesia pertama, dan kepala PDRI selama masa Agresi Militer Belanda II 2011
156 Mohammad Hatta 1902 1980 Aktivis kemerdekaan, Wakil Presiden Indonesia Pertama 2012
157 Soekarno 1901 1970 Aktivis kemerdekaan yang membacakan Proklamasi Kemerdekaan, Presiden Indonesia pertama sekaligus Tokoh Muhammadiyah 2012
158 Lambertus Nicodemus Palar 1900 1981 Diplomat, menegosiasikan pengakuan Indonesia saat Revolusi 2013
159 Rajiman Wediodiningrat 1879 1952 Ketua BPUPKI, Ketua Dewan Perwakilan Rakyat pertama 2013
160 Tahi Bonar Simatupang 1920 1990 Jenderal yang menjabat sebagai ketua staff dari 1950 sampai 1954 2013
161 Abdul Wahab Hasbullah 1888 1971 Tokoh Islam, salah seorang pendiri Nadhlatul Ulama 2014
162 Jamin Ginting 1921 1974 Pejuang kemerdekaan menentang pemerintah Hindia Belanda di Tanah Karo 2014
163 Muhammad Mangundiprojo 1905 1988 Pejuang kemerdekaan, pemimpin Pertempuran Surabaya 2014
164 Sukarni 1916 1971 Tokoh kemerdekaan, diplomat, dan politisi 2014
165 Bernard Wilhelm Lapian 1892 1977 Nationalis, pimpinan gereja, dan gubernur kedua Sulawesi 2015
166 Ki Bagus Hadikusumo 1890 1954 Tokoh Muhammadiyah, aktivis kemerdekaan, tokoh Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia 2015
167 Mas Isman 1924 1982 Pejuang kemerdekaan 2015
168 Moehammad Jasin 1920 2012 Bapak Brimob Kepolisian RI 2015
169 I Gusti Ngurah Made Agung 1876 1906 Raja Badung, melakukan perlawanan terhadap pasukan kolonial Belanda 2015
170 As’ad Syamsul Arifin 1897 1990 Ulama, tokoh Nahdlatul Ulama 2016
171 Lafran Pane 1922 1991 Pendiri Himpunan Mahasiswa Islam, Kader Muhammadiyah 2017
172 Sultan Mahmud Riayat Syah 1760 1812 Sultan Johor-Pahang-Riau-Lingga, yang melakukan perlawanan terhadap penjajah Belanda 2017
173 Malahayati 1550 1604 Pejuang dan bangsawan, melawan pasukan Cornelis de Houtman 2017
174 Muhammad Zainuddin Abdul Madjid 1898 1997 Ulama pendiri Nahdlatul Wathan 2017
175 Abdurrahman Baswedan 1908 1986 Nasionalis dan Mubaligh Muhammadiyah yang meyakinkan Mesir untuk mengakui kemerdekaan Indonesia secara de facto 2018
176 Andi Depu 1907 1985 Pejuang dan aktivis yang berhasil mempertahankan pengibaran bendera nasional di Mandar pada 1944, padahal dilarang keras 2018
177 Depati Amir 1805 1869 Pejuang yang mempersatukan suku Melayu dengan Tionghoa untuk melawan Belanda 2018
178 Kasman Singodimedjo 1904 1982 Jaksa yang merupakan ketua KNIP pertama dan menghapus tujuh kata yang berpotensi memecah umat pada Piagam Jakarta, Kader Muhammadiyah 2018
179 Pangeran Muhammad Noor 1901 1979 Menteri Pekerjaan Umum yang mencanangkan proyek Waduk Riam Kanan, Waduk Karangkates, dan proyek pasang-surut di Sumatra dan Kalimantan sebagai lahan penyedia pangan 2018
180 Syam’un 1894 1949 Pejuang yang pernah bergabung dalam PETA dan BKR, serta menentang pemerintahan Hindia Belanda di Banten. Pendiri Pesantren Al-Khairiyah Cilegon, Banten 2018
182 Abdul Kahar Mudzakkir 1907 1973 Rektor Universitas Islam Indonesia yang pertama sekaligus Tokoh Muhammadiyah 2019
183 Alexander Andries Maramis 1897 1977 Anggota BPUPKI, Menteri Keuangan Indonesia, dan diplomat 2019
184 Himayatuddin Muhammad Saidi Abad ke-18 1776 Penguasa ke-20 dan ke-23 Kesultanan Buton 2019
185 Masykur 1904 1994 Ulama, pejuang kemerdekaan, mantan menteri agama 2019
186 Ruhana Kuddus 1884 1972 Wartawati Indonesia pertama 2019
187 Sarjito 1889 1970 Dokter, Akademisi, Rektor pertama Universitas Gadjah Mada 2019
188 Arnold Mononutu 1896 1983 Menteri Penerangan Indonesia ke-6 2020
189 Baabullah 1528 1583 Penguasa ke-24 Kesultanan Ternate 2020
190 Machmud Singgirei Rumagesan 1885 1964 Pendiri Gerakan Cendrawasih Revolusioner Irian Barat /GCRIB 2020
191 Raden Mattaher 1871 1907 Pejuang dari Jambi yang melakukan perlawanan terhadap pasukan kolonial Belanda 2020
192 Soekanto Tjokrodiatmodjo 1908 1993 Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia pertama 2020
193 Sutan Mohammad Amin Nasution 1904 1993 Gubernur Sumatera Utara dan Riau ke-1 2020
194 Aji Muhammad Idris 1697 1739 Sultan Kutai Kartanegara ke 14 2021
195 Aria Wangsakara 1615 1681 Ulama, pejuang, dan pendiri Tangerang 2021
196 Tombolotutu 1857 1901 Raja Kerajaan Parigi Moutong 2021
197 Usmar Ismail 1921 1971 seorang sutradara film, sastrawan, wartawan, dan Bapak Perfilman Nasional 2021
198 Ahmad Sanusi 1889 1950 Anggota Badan Penyelidik Usaha-Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) 2022
199 Paku Alam VIII 1910 1998 Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta ke-2 2022
200 Rubini Natawisastra 1906 1944 Dokter dan cendekiawan 2022
201 Salahuddin bin Talabuddin 1874 1948 Pejuang Maluku Utara 2022
202 Soeharto Sastrosoeyoso 1908 2000 Dokter pribadi Soekarno 2022
203 Abdul Chalim 1898 1972 Ulama Majalengka 2023
204 Ahmad Hanafiah 1905 1947 Ulama Lampung, pejuang kemerdekaan, salah satu tokoh Laskar Hizbullah 2023
205 Bataha Santiago 1622 1675 Raja Kerajaan Manganitu 2023
206 Ida Dewa Agung Jambe 1855 1908 Raja Kerajaan Klungkung 2023
207 Mohammad Tabrani Soerjowitjirto 1904 1984 Pencetus bahasa Indonesia 2023
208 Ratu Kalinyamat 1520 1579 Putri Kerajaan Demak, pemimpin kerajaan maritim di Jepara pada abad ke-16 2023